Pernyataan berikut yang sesuai dengan dampak positif pemanfaatan bioteknologi dalam bidang pangan adalah… a. bioremediasi merupakan pemanfaatan mikroba dalam penanggulangan tumpahan minyak di perairanb. limbah kedelai tempe sangat baik di buang di sungai untuk makanan biota airc. rekayasa genetik pada tanaman tebu dengan memanfaatkan bakteri Escherecia coli menghasilkan tanaman tebu tahan lahan keringd. ditemukan bakteri Thiobacillus ferrooxidans membantu pemisahan logam besi dari timbal sulfattolong kasih penjelasan



Pernyataan berikut yang sesuai dengan dampak positif pemanfaatan bioteknologi dalam bidang pangan adalah…


a. bioremediasi merupakan pemanfaatan mikroba dalam penanggulangan tumpahan minyak di perairan
b. limbah kedelai tempe sangat baik di buang di sungai untuk makanan biota air
c. rekayasa genetik pada tanaman tebu dengan memanfaatkan bakteri Escherecia coli menghasilkan tanaman tebu tahan lahan kering
d. ditemukan bakteri Thiobacillus ferrooxidans membantu pemisahan logam besi dari timbal sulfat
tolong kasih penjelasan

Pernyataan berikut yang sesuai dengan dampak positif pemanfaatan bioteknologi dalam bidang pangan adalah rekayasa genetik pada tanaman tebu dengan memanfaatkan bakteri Eschericia coli menghasilkan tanaman tebu tahan lahan kering (jawaban: C). Tanaman tebu tahan lahan kering merupakan salah satu contoh bioteknologi modern yang menggunakan teknik penyisipan gen yang menguntungkan masyarakat yang meskipun hidup di daerah kering namun tetap dapat menanam tanaman tebu hasil rekayasa genetika.

Pembahasan

Biologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup serta lingkungannya. Terdapat banyak cabang ilmu biologi dan penerapan ilmu biologi di berbagai bidang. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan biologi di bidang pertanian misalnya yaitu menemukan tanaman-tanaman atau hewan sebagai bibit unggul. Cabang biologi yang penting perananya dalam penemuan bibit unggul ini ialah bioteknologi. Bioteknologi secara umum dibagi menjadi 2 jenis yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.

Bioteknologi konvensional menggunakan prinsip fermentasi dengan menaplikasikan mikroorganisme baik bakteri atau jamur untuk meningkatkan nilai tambah suatu bahan. Contoh dari aplikasi bioteknologi konvensional antara lain:

  1. Penggunaan Rhizopus oryzae untuk mengubah kedelai menjadi tempe.
  2. Penggunaan Neurospora crassa untuyk mengubah bungkil kacang menjadi oncom.
  3. Penggunaan Saccharomyces cereviceae untuk mengubah singkong menjadi tape.
  4. Penggunaan Acetobcter xylinum untuk mengubah air kelapa menjadi nata de coco.
  5. Penggunaan Acetoabcter  aceti untuk mengubah alkohol menjadi cuka.
  6. Penggunaan Lactobacillus bulgaricus untuk mengubah susu menjadi yoghurt.
  7. Penggunaan Acetabcter Streptococcus lactis untuk menguubah susu menjadi mentega dan keju.
  8. Penggunaan Acetabcter Penicillium camemberti untuk mengubah susu menjadi keju dan lain sebagainya.

Salah satu aspek yang kini berkembang secara pesat yaitu di bidang teknologi reproduksi yang merupakan bidang bioteknologi modern. Bioteknologi  reproduksi antara lain dilakukan dengan:

  • Kultur jaringan.

Pelajari lebih lanjut tentang kultur jaringan di: brainly.co.id/tugas/17264545.

  • Cloning.
  • Inseminasi buatan.

Pelajari lebih lanjut tentang inseminasi buatan di: brainly.co.id/tugas/17264545.

  • Fertilisasi in vitro.
  • Rekayasa genetika.

Pelajari lebih lanjut tentang rekayasa genetika di: brainly.co.id/tugas/21529390.

Rekayasa genetika merupakan proses memanipulasi genetik suatu makhluk hidup dengan cara menyisipkan gen yang diinginkan dari makhluk hidup donor ke DNA makhluk hidup resipien. Misalnya yaitu membuat tanaman kapas unggul yang tahan terhadap hama serangga.

Vector yang dapat digunakan untuk menyisipkan gen dari donor ke tumbuhan resipien antara lain bakteri Agrobacterium tumefacien pada proses pembuatan tanaman kapas yang tahan terhadap hama serangga dengan tahap sebagai berikut ini:

Gen pengkode toksin Bt dari bakteri Bacillus thuringiensis diisolasi.

  1. Gen pengkode toksin Bt dari bakteri Bacillus thuringiensis disisipkan ke plasmid bakteri Agrobacterium tumefacien sebagai vector.
  2. Bakteri Agrobacterium tumefacien yang telah disisipi gen Bt kemudian diinfeksikan ke batang tanaman kapas.
  3. Batang tanaman kapas yang diinfeksi akan muncul tumor.
  4. Batang dengan tumor kemudian diambil dan dikembangbiakkan dengan sistem kultur jaringan.
  5. Hasilnya berupa tanaman kapas yang memiliki gen Bt sehingga dapat membuat toksin untuk membasmi hama serangga.

Selain pembuatan tanaman kapas yang tahan terhadap hama serangga, modifikasi gen tumbuhan juga dilakukan pada berbagai tumbuhan lain misalnya:

  1. Tanaman tebu yang tahan terhadap kekeringan.
  2. Tanaman jagung yang dapat memupuk dirinya sendiri.
  3. Tanaman tomat yang tahan busuk.
  4. Tanaman padi yang mengandung berbagai vitamin dan lain sebagainya.

Bioteknologi transgenik dapat pula menimbulkan kerugian di berbagai bidang, misalnya yaitu:

  1. Penurunan plasma nutfah atau turunnya keanekaragaman hayati.
  2. Pencemaran gen.
  3. Munculnya reaksi alergi akibat mengkonsumsi makanan dari hasil rekayasa genetika.
  4. Matinya hewan yang bukan hama misalnya larva serangga penyerbuk.

Detil jawaban

Kelas: XII

Mapel: biologi

Bab: bioteknologi

Kode: 12.4.8

#AyoBelajar

en_USEnglish